Selamat Datang Anda telah mengunjungi blog Kabar Kotim

Bukit santuai kekurangan guru


SAMPIT – Kecamatan Bukit Santuai sejak dimekarkan hingga sekarang kurang perhatian dari pemerintah daerah terutama mengenai tenaga pendidik untuk tingkat sekolah dasar.
Hal itu diakui Kepala UPTD Dikpora Kecamatan Santuai, H Supardie, MSM ketika bertandang ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). “Ya, betul bahwa diwilayah kami kekurangan tenaga pendidik terutama berstatuskan Pegawai Negeri Sipil,” ungkapnya kepada Radar Sampit kemarin (6/6).
Mantan Kepala Seksi Pendidikan menengah dan perguruan tinggi (Dikmenti) pada Disdikpora Kotim ini merincikan, untuk SDN Tumbang Sapia jumlah guru yang mengajar sekaligus merangkap Kepala Sekolah hanya 2 orang, SDN Tumbang Getas 2 orang, SDN Lunuk Bagantung 3 orang dan SDN Tumbang Saluwang hanya 1 orang. “Semuanya itu guru kontrak dan honorer menggunakan dana Bantuan Operasional (BOS),” sebut Supardie.
Yang lebih memprihatinkan, lanjutnya, di SDN Tumbang Saluwang yakni sudah hanya satu guru yang jadi tenaga pendidiknya juga merangkap sebagai Kepala Sekolah. Sedangkan, jumlah muridnya yang diajari sebanyak 41 orang mulai dari kelas I hingga V. “Sekolah-sekolah yang ada di Bukit Santuai itu betul-betul kekurangan guru,” keluh mantan lurah Baamang Hilir ini.
Selain kekurangan tenaga pendidik, Bukti Santuai juga mengalami kekurangan pengawas TK/SD dan penilik Pendidikan Luar Sekolah (PLS). Dimana saat ini untuk jumlah pengawas TK/SD hanya 2 orang sedangkan penilik PLS hanya 1 orang. “Idealnya untuk pengawas TK/SD 4 orang dan penilik PLS 2 orang. Tapi nyatanya, jauh dari yang diharapkan,” tegasnya.
Dia menambahkan, saat ini jumlah guru PNS sebanyak 37 orang dan berstatuskan honorer dan kontrak 35 orang. “Kami minta kepada instansi terkait agar memenuhi kekurangan tersebut yakni, untuk guru PNS diminta sebanyak 12 orang sedangkan kontrak 12 orang,” pinta Supardie.
Dia berharap, bagi guru yang sudah diangkat jadi guru didaerah terpencil diharapkan bertugas pada tempatnya sesuai dengan SK yang ditetapkan. “Bukankah bagi guru yang sudah diangkat menjadi CPNS telah berjanji siap untuk ditempatkan dimana saja. Saya harapkan agar jangan minta dipindahkan dengan alasan apapun, dan kepada Pemerintah Daerah diharapkan juga untuk memperhatikan Bukit Santuai karena saat ini Kecamatan tersebut betul-betul kekurangan guru,” pungkasnya. (arifin)

0 komentar:

Poskan Komentar